Materi Cermin


Cerita Mini

Dalam dunia karya sastra banyak sekali ragam dari karangan fiksi. Namun, akhir-akhir ini, hadir ragam fiksi baru yang kini populer dan digandrungi kalangan penulis maupun pembaca, yaitu, Fiksi Mini atau Cermin (Cerita Mini). Fiksi mini atau biasa disebut Flash Fiction atau biasa dikenal dengan cerita mini merupakan karya fiksi yang lebih singkat dan sangat ringkas dibandingkan dengan cerita pendek (cerpen). Walaupun ada yang menyebut fiksi mini atau cerita mini sama halnya dengan cerita pendek, faktanya cerita mini bukanlah cerita pendek yang sering kita temui selama ini. Jadi, cerita mini merupakan cerita yang ditulis lebih ringkas daripada cerita pendek. Umumnya, cerita mini terdiri atas kisaran 250 kata hingga 1.000 kata. Hal tersebut tentunya berbeda jauh dengan cerpen yang umumnya terdiri atas 1.000 hingga 10.000 kata dalam satu cerita. Tak dapat ditampik bahwa memang sebenarnya tidak ada aturan baku yang mengatur mengenai patokan persis jumlah kata dari cerita mini tersebut, tetapi justru banyak kalangan penulis yang merasa tertantang untuk menulis cerita yang kurang dari 250 kata tersebut.


Ciri-Ciri Cerita Mini

(1) Singkat

Cerita mini ditulis lebih singkat daripada cerpen. Cerita mini merupakan cerita yang ditulis lebih ringkas daripada cerita pendek.

(2) Jumlah Kata 

Singkat tulisan pada cerita mini umumnya berkisar pada 250-1.000 kata saja. Namun, hal ini tak menjadi aturan yang baku, semuanya bergantung pada penulis itu sendiri.

(3) Imajinatif 

Ciri cerita  mini yang paling menonjol adalah unsur imajinatif. Penulis dituntut untuk memiliki kemampuan imajinasi yang baik dalam membuat cerita yang singkat tersebut.

(4) To The Point

Pemilihan kata pada cerita mini selayaknya tidak berbelit. Bahasa yang digunakan harus to the point karena memperhatikan jumlah kata pada cerita tersebut.

Struktur Cerita Mini

1.      Topik

Topik yang dipilih menentukan daya tarik bagi pembaca. Peran topik tentunya memudahkan penulis untuk mengeksplorasi ide dan gagasan.

2.      Judul

Judul yang baik tentunya mampu menarik minat pembaca untuk menyelami cerita lebih dalam melalui membaca dan memahami cerita itu sendiri.

3.      Isi 

Isi cerita mini hendaknya ditulis secara singkat, padat, jelas, namun tetap memberi daya tarik kepada pembaca. Bahasa yang to the point tentunya menjadi penting dalam hal ini. 

 

Fungsi Cerita Mini 

1.      Fungsi Emosi

Cerita mini berfungsi untuk mengekspresikan perasaan dan emosi dari si penulis. Tujuannya agar pembaca turut serta merasakan apa yang dirasakan penulis. 

2.      Fungsi Sindiran

Salah satu fungsi cerita mini adalah digunakan untuk ajang menyindir, baik menyindir pemerintah, pribadi, ataupun menyindir kondisi sosial.

3.      Fungsi Kognitif

Jumlah kata yang terbatas tentunya menjadi tantangan dalam mengasah kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif inilah yang menentukan kualitas cerita mini tersebut. 

4.      Fungsi Poetic Speech

Poetic speech merupakan salah satu upaya untuk mengekspresikan gagasan dan imajinasi, dalam hal ini berbentuk tulisan.