Di bawah teduh langit kemuning
senja, sesosok lelaki beruban berdiri di depan pintu rumah yang sederhana. Di
balik pintu itu, seorang anak kecil dengan raut wajah berbalut penuh harap
menanti. “Ayah, jangan lupa nanti kita jalan-jalan ya?” tanya sang anak dengan
senyum penuh harapan. Sang ayah membalas seraya mengangguk, menyembunyikan
kelelahan yang menggerogoti di raut wajahnya. “Tentu, sayang. Ayah akan pulang
lebih awal nanti dan kita akan pergi ke pasar malam,” jawabnya dengan nada
lembut sembari merahasiakan kenyataan pahit yang selalu berulang setiap harinya.
Kala tirai malam mulai
merangkak naik ke atas langit, kota itu benderang dengan kilau lampu-lampu
jalan yang berjejeran. Sang ayah masih berada di tempat kerjanya, bertarung
melawan melawan kantuk dan lelah demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Setiap
helai keringat yang menetes laksana saksi bisu perjuangannya. Waktu terus melangkah
dan ketika malam semakin larut, sang ayah akhirnya pulang dengan langkah tertatih
dan menghela nafas dengan berat. Di rumah, bidadari kecilnya sudah pulas bergulingkan
buku dongeng yang terpeluk di tangan mungilnya, menanti pahlawan hidupnya yang
berjanji akan mengajaknya jalan-jalan.
Pagi mulai menggusur
langit malam dan sinar mentari mulai menyerobot masuk lewat celah-celah
jendela. Sang ayah duduk di samping putri kecilnya yang masih terlelap dalam
tidurnya, mengusap rambut halusnya sembari mendaratkan ciuman penuh kasih. “Maafkan
ayah, sayang. Ayah berjanji, suatu hari nanti kita akan jalan-jalan seperti
yang kita harakan bersama,” bisiknya penuh haru seraya menahan air mata itu
jatuh. Ia paham bahwa setiap kebohongan yang selalu dilakukannya itu adalah
janji yang ingin ditepatinya. Dengan senyum yang mulai memudar, sang ayah membulatkan
tekad dalam hatinya bahwa kerja kerasnya adalah harapan yang tak akan berakhir sia-sia.
Harapan masa depan terbaik untuk bidadari kecilnya tersebut adalah tekad yang
selama ini ia perjuangkan. Sang ayah sadar bahwa selain memenuhi harapan
terbaik untuk masa depan bidadari kecilnya, ia juga harus dapat memenuhi janji yang
diharapkan sang putri kecilnya, yakni, jalan-jalan bersama.
