Hanya Untaian Kata


1, 2, 3, 4, 5, …, 999, 1000, ….

Mungkin …, ini cuma angka

bahkan tak lebih dari sekadar numeralia atau pun matematika

Aku hanya berlogika

Aku masih berdiri sendiri

Di sabana beralaskan rerimbun duri

sembari melongo menghitung jemari

Berkhayal tentang alegori

dan mengintip langit penuh iri

yang indah tiada ciri

 

Tergilas deru sengkayan,

Terkuburnya senyuman,

Hilangnya sebuah pemahaman,

ketika nestapa nyanyikan lagu kenangan

Menyindir angan dalam kenyataan

dan yang tersisa hanya lamunan

yang hilang tanpa harapan

 

Aku hanya jelata

bahkan tak mengerti tentang eksakta

yang menantikan keakraban sebuah realita

di tengah elegi yang mengudeta

Sungguh … ini hanya cerita

karena sesungguhnya aku hanya ingin berkata ….

“Mungkin bagimu … ini hanya untaian kata semata”